- jomblo itu ga buruk kok tapi justru bebas, bebas menentukan pilihan mau gebet siapa aja boleh.."
- jadi jomblo itu hemat lho, ga perlu nyisihin budget buat pacaran, pulsa dll yg ga penting. ga ada resiko diporotin.. "
- jadi jomblo itu harusnya ga galau, karena galau itu khusus buat yg pacaran, jomblo ga usah takut dslingkuhin.. (ehm).
- jadi jomblo itu asik ga perlu nganter jemput pacar, orang yg pacaran itu ga beda jauh sama tukang ojek. kcian deg..
- jadi jomblo berarti akan banyak waktu untuk mengurus diri sendiri, kasian tuh yg pacaran, waktunya abis buat ngurus anak orang
- penyebab utama perceraian adalah pernikahan, dan perceraian penyebab utama depresi. nah bagi jomblo ga ada kemungkinan itu
- jadi jomblo berarti akan lebih sehat. lihat deh yg pacaran malam minggu malah bergadang, kadang kehujanan gara2 jalan keluar
- jadi jomblo berarti akan banyak pilihan, cuman butuh imajinasi kamu bisa kencan sama Katy Pery, Kate Moss bahkan ama Ayam Kate
Jumat, 17 Februari 2012
Kuntungan Jomblo
Kamis, 16 Februari 2012
MEMBENTUK dan MELAHIRKAN KEHEBATAN
Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya.
Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.
Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
Langganan:
Postingan (Atom)

